PKB Cabut Dukungan AHY dan Beralih Ke Anies - Sandi

PKB cabang Jakarta Selatan
PKB cabang Jakarta Selatan telah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Anies Sandi
Salah satu Partai pengusung pasangan Agus-Sylvi PKB dikabarkan mencabut dukungan mereka pada pilkada DKI Jakarta, PKB justru mengalihkan dukungannya bagi pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

PKB cabang Jakarta Selatan telah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Rabu malam. Ketua Dewan Syuro PKB Fahru Razi menegaskan keputusan perpindahan dukungan tersebut melalui hasil musyawarah di mana pasangan Anies dan Uno merupakan paslon yang paling dekat dengan Ulama sehingga keputusan Anies-Uno dianggap akan sesuai dengan keinginan warga.

PKB Jakarta Selatan menyadari keputusan mendukung Anies-Sandi besebrangan dengan struktur di tingkatan pusat.

Menanggapi isu pencabutan dukungan dari partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Agus Harimurti membantah keras hal tersebut, justru Agus-Sylvi menegaskan bahwa partai pendukungnya semakin solid di akhir massa kampanye pasangan calon nomor urut satu ini.

Agus dan Sylvi yang ditemui usai menghadiri acara istigosah bersama warga ibu kota membantah kabar yang beredar bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mencabut dukungan mereka terhadap pasangan calon nomor urut satu Agus Harimurti dan Sylviana Murni. Agus justru menekankan bahwa partai-partai pengusungnya yakni partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN.

Terkait pencabutan dukungan salah satu partai terhadap pasangan calon Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menyatakan hal tersebut dapat dikenakan sanksi hingga 50 miliar rupiah jika secara resmi menarik dukungannya namun status partai pengusung pasangan calon yang terdaftar di KPUD tidak akan berubah.

"saya baru mendengar ya bahwa itu terjadi tetapi seandainya itu terjadi secara administratif kepemiluan itu tidak mempengaruhi karenakan dukungan yang sudah diberikan ke masing-masing pasangan calon itu dilakukan pada saat pendaftaran dan kemudian sudah di administrasikan oleh KPU dan kemudian sudah ditetapkan dengan keputusan KPU Provinsi nah seandainya ada Partai yang menarik dukungan maka penarikan itu atau diberikan kepada calon yang lain penarikan dan pemberian dukungan kepada yang lain itu tidak mempengaruhi administrasi apapun, tetapi kalau kemudian dia menarik secara resmi menarik dukungan itu berdasarkan undang-undang pemilu kita itu akan diberikan sanksi, sanksinya antara kalau gak salah 25 sampai dengan 50 miliar bagi pengurus partainya dan kemudian ada kurungan penjara itu sekitar 6 bulanan ya kalau tidak salah jadi sanksinya sungguh berat termasuk juga calon kalau mengundurkan diri itu juga ada sanksinya" ujar Sumarno Ketua KPUD DKI

Cabut Dukungan kubu AHY & Berpindah Dukung kubu Anies - Sandi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di kabarkan mencabut dukungannya bagi pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni pada pilkada DKI Jakarta, PKB mengalihkan dukungannya kepada pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

PKB cabang Jakarta Selatan telah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Rabu malam. Ketua Dewan Syuro PKB Fahru Razi menegaskan keputusan perpindahan dukungan tersebut melalui hasil Musyawarah. Pasangan Anies dan Uno merupakan paslon yang paling dekat dengan Ulama sehingga keputusan Anies-Uno dianggap akan sesuai dengan keinginan warga. PKB Jakarta Selatan menyadari keputusan mendukung Anies-Sandi berserangan dengan struktur di tingkatan Pusat.

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.