Antisipasi Kekeringan Ekstrem BPBD Jateng alokasikan dana dan logistik umtuk Masyarakat

Kekeringan Ekstrem
Kepulan asap terus membumbung di kawasan hutan milik Perhutani tepatnya di perbukitan gerbong Desa Wringinanom Ponorogo Jawa Timur hutan yang didominasi pohon Alba dan pinus ini terbakar sejak Kamis pagi diduga dipicu sisa pembakaran pembersihan lahan warga setempat khawatir kebakaran ini terus meluas dan mengancam dengan air milik mereka

Dalam sepekan terakhir tercatat hektar lahan hutan Perhutani terbakar faktor musim kemarau dan kekeringan ikut memicu mudahnya kebakaran hutan terjadi

Musim musim yang melanda sejumlah daerah di Indonesia tak terkecuali sebagian Jawa Tengah dan beberapa wilayah kabupaten seperti Tegal Pekalongan Kendal Demak Jepara Pati Rembang Blora dan Wonogiri telah memasuki musim kemarau sejak pertengahan April lalu, meski demikian belum ada wilayah di Jawa Tengah yang alami kekeringan Extreme mengingat hari tanpa hujan atau HTH wilayah-wilayah tersebut masih dibawa angka 30 hari berturut-turut

"untuk Potensi kekeringan saat ini mungkin di daerah yang daerah Timur maupun Barat yaitu ke daerah Blora sampai ke Wonogiri th relatif lebih kering dibandingkan daerah Jawa Tengah, kami menyebutkan kategori Ekstreme Apabila suatu daerah itu sudah lebih dari 30 hari tidak ada hujan dari pantaun kami terakhir ini belum ada yang seperti itu jadi masih dibawah 30 hari jadi untuk daerah jawa tangah ini cuaca masih relatif aman belum ada kekeringan Jadi mungkin untuk waspada dibulan agustus saja" Ungkap Kasi Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah

Puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung pada Agustus mendatang, berbagai langkah siaga bencana mulai diterapkan salah satunya antisipasi kekeringan yang berakibat pada kekurangan air bersih di berbagai wilayah

Hingga Juni 2017 ada 27 Kabupaten yang terdiri dari 266 kecamatan di Jawa Tengah yang berpotensi kekeringan saat musim kemarau jumlah perkiraan warga yang terdampak pun tak sedikit mencapai 1,4 juta jiwa, sebagai langkah siaga BPBD Jateng alokasikan dana 600 juta rupiah dan logistik 3000 tangki air yang siap didistribusikan sementara untuk penanganan jangka panjang BPBD rencanakan program pipanisasi guna menjadi solusi masalah kekurangan air bersih Jawa Tengah kemarin

"kita sepakati awal Juli sampai akhir Oktober untuk siaga darurat kekeringan, sebetulnya mengatasi air bersih itu tidak hanya melakukan pembelian air bersih saya mencoba untuk menggali sumber mata air yang ada supaya program pipanisasi dan pembuatan sumur sehingga provinsi ini bergeraknya bersama-sama BSD untuk memilih Sembung ESDM untuk membuat sumur dan kita untuk program pipanisasi sinergitas yang luar biasa" ungkap kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana

Tak hanya siaga bencana kekeringan dan ketersediaan air bersih pemerintah juga siaga kebakaran, mengingat dari 2003 ratus jumlah bencana yang terjadi di sepanjang tahun 2016 kebakaran menjadi bencana dengan urutan nomor 3

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.