Tim Satgas Pangan Mabes Polri Gerebek Pabrik Pengoplosan Beras

Pabrik Pengoplosan Beras
PT tiga pilar Sejahtera food selaku induk perusahaan PT Ibu membantah telah menimbun beras karena jumlah beras yang ada di gudang merupakan stok dan masih dalam tahap wajar, selain itu mereka juga membantah mengoplos beras pihaknya hanya melakukan pencampuran untuk menciptakan varietas tertentu mereka menilai penggerebekan pabrik dan distributor beras PT Indo beras unggul atau ibu di Bekasi Jawa Barat salah paham

"kalau dikatakan Oplosan itu menurut pemahaman saya adalah Misalnya kita menjual beras Pandan Wangi ya kemudian dioplos dengan Ir64 manfaat gitu Nah itu baru pengoplosan kalau melakukan pencampuran Emang kita lakukan itu karena untuk mencapai standar tertentu tidak bisa dicapai hanya dengan satu varietas" Ungkap Komisaris PT tiga pilar Sejahtera food Anton Apriantono

Sebelumnya Kamis malam tim Satgas pangan Mabes Polri dan Kementerian Pertanian menggerebek pabrik dan distributor beras PT Indo beras unggul di Kecamatan kedungwaringin Bekasi Jawa Barat di lokasi ini petugas menyita 6161 ton beras

"Ternyata apa yang disampaikan di dalam kemasan apa promosinya konten karbohidrat yang sekian sehingga menjadi seolah premium ternyata setelah di test di labfor tidak seperti yang tertera sehingga menjadi barang non premium dijual jadi premium" Ungkap Kapolri Tito Karnavian

Pemerintah diprediksi merugi hingga triliunan rupiah pasalnya harga standar beras yang ditetapkan pemerintah seharga Rp6.000 hingga Rp20.000 dari harganya semula hanya rp6.007 kemudian dijual rp50.400 selisih 1014 kata kamu selisih 10000 100000 1000000

PT Indo beras unggul diduga melakukan penipuan dengan menjual beras Ir 64 yang disubsidi pemerintah kemudian dikemas sebagai beras premium dengan merek dagang makyus dan ayam jago tak hanya itu label kandungan gizi pada kemasan beras juga dipalsukan

Penggerebekan Berlangsung Ke Daerah
Tim Satgas Polres Bone menggerebek gudang penyimpanan beras milik usaha dagang pangan Sentosa di desa jalin Kecamatan awangpone, petugas menemukan 24 ton beras siap kirim dan 10 ton Gabah layak konsumsi

Produsen ini diduga melakukan pengoplosan beras modusnya membeli beras kualitas rendah dari petani kemudian dicampur beras kualitas baik lalu dikemas beras Super 99, Cap Gajah, dan 137. beras dipasarkan ke Makassar Jakarta hingga Bekasi namun pemilik mengaku beras kualitas buruk ini disebabkan Cuaca dan harga tergantung permintaan Aktivitas ini sudah berlangsung 2 tahun

Terungkapnya kasus ini berawal dari gencarnya tim Satgas pangan melakukan sidak ke sejumlah pasar dan gudang penyimpanan beras Kabupaten Bone, produsen ini pun diduga memiliki jaringan pengoplos beras di Jakarta termasuk di Bekasi yang sebelumnya digerebek Satgas pangan Mabes Polri

"kami menemukan ada beberapa karung beras terus gabah yang menurut pengamatan kami ini agak mencurigakan di Bone ini ada jaringan pendistribusian ke Jakarta termasuk yang ditangkap kemarin" Ungkap kapolres Bone Akbp Kadar Islam

Selain menyegel gudang penyimpanan petugas mengamankan dua orang yakni pemilik usaha dan penjaga gudang keduanya akan dijerat Undang Perlindungan Konsumen

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.